MIS Islam Terpadu Al-Uswah menggelar kegiatan Fun Cooking Class pada Sabtu, 13 Juni 2026, sebagai bagian dari rangkaian agenda Class Meeting semester genap tahun pelajaran 2025/2026. Kegiatan berlangsung pukul 07.00–10.30 WIB dan diikuti seluruh siswa kelas 1 sampai kelas 5 di ruang kelas masing-masing.
Senam Pagi Bersama
Kegiatan dibuka dengan sesi senam pagi yang dipandu langsung oleh ustadz dan anak kelas 5. Seluruh siswa dari berbagai kelas berkumpul dan mengikuti rangkaian gerakan bersama—dimulai dari pemanasan, gerakan inti, hingga pendinginan. Sesi senam ini menjadi pembuka yang tepat sebelum memasuki kegiatan inti, sekaligus memastikan tubuh siswa dalam kondisi prima untuk belajar dan bergerak aktif sepanjang acara.
Menyiapkan Peralatan dan Bahan Masakan
Usai senam, siswa masuk ke kelas masing-masing dan mulai menyiapkan peralatan serta bahan masakan. Ustadz-ustadzah mendampingi penuh di setiap langkah. Siswa diajari cara memegang peralatan dengan benar, menjaga kebersihan tangan dan area masak, serta memahami cara kerja alat yang digunakan. Pendampingan ini dilakukan dengan teliti, terutama untuk kelas yang menggunakan alat pemanggang. Ustadz-ustadzah memastikan seluruh proses berjalan aman, higienis, dan tertib sebelum kegiatan memasak dimulai.
Memasak Sesuai Menu Tiap Kelas
Setiap kelas memiliki menu tersendiri yang disesuaikan dengan tingkat kemampuan siswa. Kelas 1 membuat Roti Sandwich, menu sederhana yang melatih siswa dalam menyusun dan mengombinasikan bahan. Kelas 2 membuat Sate Buah, kreasi manis yang membutuhkan ketelitian dalam memotong dan menata buah. Kelas 3 membuat Sop Buah, hidangan segar yang mengajarkan cara menyajikan bahan secara menarik. Kelas 4 membuat Puding Ceria, menu yang melatih kesabaran dalam proses pembuatan dan kerapian penyajian. Kelas 5 membuat Sate Ayam, tantangan yang lebih kompleks karena melibatkan pengolahan daging dan penggunaan alat pemanggang.
Seluruh proses memasak berlangsung di bawah pengawasan dan pendampingan aktif ustadz-ustadzah. Siswa diajari setiap tahapan secara langsung—mulai dari menyiapkan bahan, mengolah, hingga menyajikan hasil masakan. Ustadz-ustadzah sangat memperhatikan aspek keselamatan, terutama pada kelas yang bekerja dengan alat dan bahan yang memerlukan penanganan ekstra hati-hati.
Makan Bersama dan Tanggung Jawab Kebersihan
Setelah proses memasak selesai, seluruh siswa menikmati hasil masakan bersama di kelas masing-masing. Inilah momen yang paling ditunggu-tunggu. Siswa tampak gembira dan bangga menikmati hidangan yang mereka buat sendiri. Suasana makan bersama ini menciptakan kehangatan dan kebersamaan yang menjadi nilai tambah tersendiri dari kegiatan ini. Siswa tidak hanya belajar memasak, tetapi juga merasakan buah dari kerja keras mereka bersama teman dan ustadz-ustadzah.
Usai makan, kegiatan ditutup dengan sesi bersih-bersih. Setiap siswa bertanggung jawab membersihkan kelas dan area yang telah digunakan selama proses memasak. Nilai kebersihan dan tanggung jawab ditanamkan secara langsung melalui tindakan nyata, bukan sekadar arahan.
Kepala MIS Islam Terpadu Al-Uswah menyampaikan bahwa kegiatan ini memiliki dimensi yang lebih dalam dari sekadar keterampilan memasak.
"Memasak juga bagian dari ibadah. Kita diajarkan untuk menghargai makanan, dari proses pembuatannya hingga saat menikmatinya, semua ada adabnya, sebagaimana dicontohkan oleh Rasulullah. Yang terpenting dari cooking class ini adalah prosesnya sebagai sarana belajar. Semua siswa sudah melakukan yang terbaik," ungkapnya.
Pernyataan ini menegaskan bahwa Fun Cooking Class bukan sekadar kegiatan hiburan di sela-sela jadwal akademik. Setiap tahapan—dari menyiapkan bahan hingga membersihkan tempat—dirancang sebagai bagian dari proses pembentukan karakter siswa yang berakhlak, mandiri, dan bertanggung jawab.
Melalui Fun Cooking Class, MIS Islam Terpadu Al-Uswah menghadirkan pengalaman belajar yang memadukan keterampilan hidup, nilai keislaman, dan kebersamaan dalam satu kegiatan yang bermakna bagi seluruh warga madrasah.
0 Komentar