Selamat datang para Bintang di Kampus Peradaban MIS ISLAM TERPADU AL USWAH PASIRIAN, Mewujudkan generasi Qur'ani, Berprestasi, dan Mandiri

Gelar Karya dan Pentas Seni MIS Islam Terpadu Al-Uswah Tahun Pelajaran 2025/2026: Merayakan Kreativitas dan Bakat Siswa

Halaman MIS Islam Terpadu Al-Uswah menjadi panggung perayaan kreativitas ketika ratusan siswa, guru, dan wali murid berkumpul untuk menyaksikan gelaran Gelar Karya, Pentas Seni, dan Market Day yang menjadi puncak Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) semester genap Tahun Pelajaran 2025/2026.

Persiapan Penuh Dedikasi, Dukungan yang Menyeluruh

Pekan-pekan menjelang acara berlangsung jauh dari tenang di setiap kelas MIS Islam Terpadu Al-Uswah. Untuk siswa kelas 1, 2, dan 3, persiapan penampilan seni sudah dimulai sejak sebulan sebelumnya. Proses latihan ini tidak hanya menjadi tanggung jawab guru, melainkan digerakkan secara aktif oleh paguyuban wali murid masing-masing kelas. Mulai dari mengonsep cerita, merancang kostum, hingga melatih anak-anak secara langsung, semuanya dikerjakan bersama oleh paguyuban wali murid.

Sementara itu, siswa kelas 4, 5, dan 6 bergelut dengan proses yang berbeda: menyempurnakan hasil karya mereka untuk dipamerkan, mempersiapkan materi presentasi, dan berlatih menyampaikan penjelasan di hadapan hadirin.

Di hari pelaksanaan, semangat itu terasa sejak pagi. Siswa yang membuka booth Market Day sudah berdatangan ke sekolah sejak pukul 06.00, menata produk dan mempersiapkan lapak mereka dengan antusias. Para penampil pun tidak kalah semangat, mereka telah bersiap dengan kostum dan riasan sejak pagi, mengulang hafalan dialog dan gerakan di sudut-sudut halaman sekolah.

Panggung Apresiasi: Dari Seni Pertunjukan hingga Jiwa Wirausaha

Kegiatan Gelar Karya dan Pentas Seni Tahun Pelajaran 2025/2026 ini dirancang sebagai ruang apresiasi menyeluruh terhadap capaian siswa sepanjang semester genap, sekaligus ajang membuka potensi yang mungkin belum pernah tersalurkan sebelumnya. 

Acara dibuka oleh MC Ustadzah Emilia dan Ustadzah Wulan, dilanjutkan dengan albanjari dan pembacaan ayat suci Al-Qur'an oleh ananda Zahro kelas 3B. Tak lupa sambutan dari Kepala MIS Islam Terpadu Al-Uswah, Ustadzah Khusnul Khotimah, S.Th.I., yang menekankan pentingnya menghargai proses belajar anak-anak dan bagaimana melalui kegiatan semacam Gelar Karya dan Pentas Seni, sekolah mengupayakan penyediaan wadah bagi pengembangan potensi anak.

Albanjari MIS Islam Terpadu Al-Uswah
MC Ustadzah Emilia
MC Ustadzah Wulan
Pembacaan ayat suci Al-Qur'an
Sambutan Ustadzah Khusnul Khotimah, S.Th.I.

Untuk siswa kelas 1, 2, dan 3, panggung menjadi media ekspresi diri. Kelas 1 membawakan lakon bertema Pangeran Sungai Nil, kelas 2 menampilkan kisah Aisyah dan Kambing Kesayangannya, dan kelas 3 menutup penampilan kelas bawah dengan Drama Musikal Petualangan Sherina. Setiap kelas mendapat alokasi waktu eksklusif hingga 20 menit di panggung utama berukuran 4×8 meter yang berdiri megah di tengah lapangan sekolah.

Penampilan Kelas 1
Penampilan Kelas 1
Penampilan Kelas 1
Penampilan Kelas 2
Penampilan Kelas 2
Penampilan Kelas 2
Penampilan Kelas 3
Penampilan Kelas 3
Penampilan Kelas 3

Sebagai pamungkas pentas seni, penampilan istimewa dari ananda Rayhan-Rafael yang membawakan lagu turut menyemarakkan. Selain itu, ada pula performance spesial dari ananda kelas 2 yang membawakan Tari Wonderland Nusantara.Tidak sekadar hiburan, penampilan ini merupakan latihan nyata keberanian tampil, nilai yang sengaja ditanamkan dalam kerangka P5. Bagi anak-anak usia kelas bawah, berdiri di atas panggung dan menyapa ratusan pasang mata adalah pencapaian tersendiri.

Penampilan menyanyi Rafael-Rayhan

Penampilan menari ananda kelas 2

Di sisi lain halaman, suasana bazaar hidup dan ramai. Kelas 4, 5, dan 6 menggelar booth pameran hasil karya masing-masing. Kelas 4 mempresentasikan miniatur buatan tangan dilengkapi area photobooth interaktif. Kelas 5 memamerkan kerajinan kreatif, yang menariknya, produk ini memanfaatkan limbah rumah tangga yang diolah menjadi barang bernilai guna. Bahkan ada pula yang menjadi mainan labirin dan miniatur wahana kora-kora. Kelas 6 hadir dengan seni kipas anyaman tradisional yang memperlihatkan ketelitian dan kesabaran dalam berkarya.

Presentasi karya kelas 5
Presentasi karya kelas 5
Presentasi karya kelas 5
Presentasi karya kelas 5

Yang membuat booth ini lebih dari sekadar pameran adalah presentasi yang dilakukan langsung oleh siswa. Perwakilan setiap kelas memaparkan proses pembuatan karya mereka kepada pengunjung, melatih keberanian berbicara di depan umum yang sesungguhnya telah diasah sejak hari-hari belajar di kelas melalui program unggulan Public Speaking.

Launching Buku Bismillah, Aku Bisa: Karya Perdana dari Ekskul Lentera

Salah satu momen paling membanggakan pada hari itu adalah peluncuran buku Bismillah, Aku Bisa, karya siswa-siswi MIS IT Al-Uswah yang tergabung dalam ekstrakurikuler Lentera — singkatan dari Literasi Generasi Al-Uswah.

Pengantar dari Pembina Ekskul Lentera, Bunda Dwi

Ekskul yang dibina oleh Bunda Dwi Purwati, S.Pd. dan Ustadzah Risa ini telah membimbing anak-anak untuk tidak hanya membaca, tetapi juga menulis dan berkarya. Buku Bismillah, Aku Bisa menjadi bukti bahwa kemampuan menulis anak-anak MI bukan sekadar latihan kelas, melainkan bisa menjelma menjadi sebuah karya nyata yang layak diterbitkan.

Apresiasi untuk para penulis cilik

Sebagai bentuk apresiasi, para penulis cilik mendapat penghargaan berupa sertifikat yang diserahkan langsung pada momen peluncuran. Kebanggaan yang terpancar dari wajah mereka menjadi salah satu gambar paling berkesan sepanjang acara berlangsung.

Informasi lebih lengkap mengenai buku ini dapat disimak melalui liputan di Republika: Bismillah, Aku Bisa: Bukti Semangat Berkarya Siswa MIS IT Al-Uswah Lumajang.

Terima Kasih, Keluarga Besar MIS Islam Terpadu Al-Uswah

Gelar Karya dan Pentas Seni ini tidak akan terwujud tanpa kerja keras banyak pihak. Apresiasi sebesar-besarnya layak diberikan kepada seluruh paguyuban wali murid yang sejak jauh hari telah mendampingi, melatih, dan menyemangati putra-putri tercinta. Dedikasi para ustadz dan ustadzah — mulai dari koordinator acara, wali kelas, pembimbing ekskul, hingga seluruh panitia — juga menjadi tulang punggung keberhasilan hari ini.

Lebih dari sekadar pergelaran, kegiatan ini adalah cermin nyata dari semangat MIS Islam Terpadu Al-Uswah dalam menumbuhkan generasi yang berani, kreatif, dan mandiri. Semoga setiap benih potensi yang hari ini mulai terlihat terus tumbuh dan berkembang — di sekolah, di rumah, dan kelak di tengah masyarakat.



0 Komentar