Selamat datang para Bintang di Kampus Peradaban MIS ISLAM TERPADU AL USWAH PASIRIAN, Mewujudkan generasi Qur'ani, Berprestasi, dan Mandiri

Safari Ulama Palestina di Al-Uswah: Menguatkan Peran Pemuda Muslim dan Kecintaan pada Al-Qur’an

MIS Islam Terpadu Al-Uswah kembali menghadirkan kegiatan inspiratif dalam rangkaian program Ramadhan melalui agenda Ramadan Bersama Palestina: Safari Ulama Palestina. Kegiatan ini bekerja sama dengan Komite Nasional Rakyat Palestina (KNRP) menghadirkan ulama asal Palestina, Syaikh Ja’far Yousef Ahmad Al Hourani, yang sedang melakukan safari dakwah di berbagai daerah di Indonesia. Acara yang berlangsung di Aula MIS Islam Terpadu Al-Uswah pada Senin (2/3/2026) ini diikuti oleh siswa-siswi dari berbagai jenjang pendidikan di lingkungan Al-Uswah.

Kedatangan Syaikh Ja’far Yousef pada pukul 08.00 WIB disambut dengan penuh sukacita oleh para siswa kelas 1 hingga kelas 3 MIS IT Al-Uswah. Anak-anak menyambut tamu istimewa tersebut dengan wajah ceria dan penuh antusiasme. Suasana hangat dan penuh semangat langsung terasa sejak awal kegiatan, menandai dimulainya momen berharga bagi seluruh keluarga besar Al-Uswah.

Setelah penyambutan, kegiatan dilanjutkan dengan sesi tausiyah yang dilaksanakan di Aula MIS Islam Terpadu Al-Uswah. Tausiyah ini diikuti oleh siswa kelas 4, 5, dan 6 MIS IT Al-Uswah, serta para siswa dari SMP IT dan SMA IT Al-Uswah. Dalam penyampaiannya, Syaikh Ja’far didampingi oleh Ustadz Ghifari yang berperan sebagai penerjemah (interpreter), membantu menerjemahkan sekaligus menjelaskan pesan-pesan yang disampaikan agar dapat dipahami dengan baik oleh para peserta.

Dalam tausiyahnya, Syaikh Ja’far menekankan pentingnya peran generasi muda dalam kehidupan umat Islam. Beliau menyampaikan bahwa pemuda memiliki posisi yang sangat penting dalam membangun peradaban, sebagaimana yang telah dicontohkan dalam sejarah Islam. Sungguh besar kemuliaan bagi yang mempelajari, menghafal, dan mengamalkan Al-Qur'an. 

Syaikh Ja’far juga berbagi kisah tentang kehidupan para pemuda di tanah kelahirannya, Palestina. Beliau menggambarkan bagaimana anak-anak dan remaja di sana tumbuh dengan ketangguhan yang luar biasa. Kedekatan mereka dengan Al-Qur’an menjadi salah satu sumber kekuatan utama dalam menghadapi berbagai tantangan kehidupan.

Dalam kesempatan tersebut, beliau juga menyampaikan kondisi terkini di Palestina. Sebagian besar wilayah saat ini berada dalam penguasaan Israel, sehingga banyak warga Palestina yang harus meninggalkan rumah dan tempat tinggal mereka untuk mengungsi ke tempat yang lebih aman. Kondisi tersebut tentu bukan hal yang mudah, namun masyarakat Palestina tetap berusaha bertahan dengan keimanan yang kokoh dan keteguhan hati.

Anak-anak menyimak penyampaian Syaikh Ja'far Yousef dengan tertib dan fokus. Kegiatan semakin hidup ketika memasuki sesi tanya jawab. Para siswa terlihat sangat antusias mengangkat tangan untuk bertanya. Beberapa pertanyaan yang muncul berkaitan dengan kehidupan sehari-hari masyarakat Palestina, kondisi anak-anak di sana, serta bagaimana mereka tetap semangat belajar meskipun hidup dalam keterbatasan.

Tidak hanya siswa, para ustadzah juga turut mengajukan pertanyaan mengenai pendidikan anak-anak di Palestina. Beliau menanyakan bagaimana anak-anak di sana dapat memiliki jiwa yang begitu tangguh sekaligus tetap dekat dengan Al-Qur’an sejak usia dini.

Menjawab pertanyaan tersebut, Syaikh Ja’far menjelaskan bahwa kehidupan yang penuh keterbatasan justru membentuk karakter yang kuat pada anak-anak Palestina. Sejak kecil mereka sudah dibiasakan hidup sederhana dan dekat dengan Al-Qur’an. Lingkungan keluarga dan masyarakat juga sangat menanamkan nilai-nilai keimanan, sehingga Al-Qur’an menjadi bagian penting dalam kehidupan sehari-hari mereka.

Dalam penuturan Syaikh Ja’far, beliau juga menceritakan kisah para pejuang Palestina yang harus bertahan hidup di tempat-tempat persembunyian, termasuk di gua-gua. Meski menghadapi kondisi yang sangat sulit, mereka tetap bertahan dengan keyakinan bahwa pertolongan Allah selalu ada bagi hamba-Nya yang bersabar dan berjuang di jalan kebaikan.

Kegiatan Safari Ulama Palestina ini menjadi pengalaman berharga bagi para siswa MIS Islam Terpadu Al-Uswah. Selain menambah wawasan tentang kondisi saudara-saudara Muslim di Palestina, kegiatan ini juga memberikan motivasi bagi para pelajar untuk semakin mencintai Al-Qur’an serta menumbuhkan semangat menjadi generasi muda yang tangguh dan berakhlak mulia.

Melalui kegiatan seperti ini, Al-Uswah berharap para siswa tidak hanya memperoleh pengetahuan, tetapi juga memiliki empati, kepedulian, serta semangat untuk terus memperbaiki diri dan berkontribusi bagi peradaban Islam. Di akhir, Syaikh juga menyampaikan penting untuk Al-Uswah, terkhusus para generasi muda yang kini tengah menuntut ilmu di Al-Uswah:

"Dan Allah memberikan keutamaan yang begitu besar kepada orang yang mempelajari Al-Qur’an dan yang mengajarkannya, dia adalah kesempatan yang sangat mulia. Maka selain dari kalian berangan-angan bisa menghafalkan Al-Qur’an dan mengamalkannya.

Maka dari itu kalian berada dalam tanggung jawab yang begitu besar sekali untuk menghafal kitab ini, mengajarkannya kepada manusia dan menjelaskannya, karena ini adalah jalan menuju Surga.

Jika kalian menghafalkan Al-Qur’an, maka kelak kalian bisa menganugerahkan mahkota yang mulia kepada kedua orang tua kalian kelak di hari kiamat.

Dan Palestina tidak akan dibebaskan kecuali dengan Al-Qur’an yang mulia, dan Allah Subhanahu Wa Ta’ala menjadikan isi yang ada di dalam Al-Qur’an dengan begitu banyak keberkahan dan kemuliaan, maka dari itu Allah tidak akan mengubah suatu kaum kecuali ia merubahnya sendiri, dan untuk memulai sebuah perubahan, maka dimulai dari Al-Qur’an, karena Kitab Allah Subhanahu Wa Ta’ala diturunkan untuk diamalkan dalam kehidupan sehari-hari kita.

Semoga Allah yang maha mulia memberikan keberkahan kepada Sekolah Al-Uswah dan semoga Allah subhanahu wa ta’ala menjadikan sekolah ini pusatnya ilmu pengetahuan, jihad, dan kebaikan dengan izin Allah Subhanahu Wa Ta’ala, dan menolong kalian semua dalam menjaga Al-Qur’an."

0 Komentar