Dalam rangka mengisi bulan suci Ramadhan dengan kegiatan yang bermakna, siswa kelas 1, 2, dan 3 MIS Islam Terpadu Al-Uswah mengikuti kegiatan Pondok Ramadhan pada Sabtu, 7 Maret 2026. Kegiatan yang berlangsung sejak pagi ini dirancang untuk menanamkan nilai-nilai keimanan sekaligus memberikan ruang bagi siswa untuk belajar dengan cara yang menyenangkan.
Kegiatan dimulai pada pukul 07.45 dengan pelaksanaan shalat Dhuha berjamaah yang diikuti oleh seluruh siswa dengan khusyuk. Shalat Dhuha menjadi pembuka yang menenangkan sekaligus melatih anak-anak untuk membiasakan diri menjalankan ibadah sunnah sejak usia dini. Setelah shalat, kegiatan dilanjutkan dengan dzikir dan doa setelah shalat Dhuha, yang dipandu oleh para guru. Momen ini menjadi kesempatan bagi para siswa untuk belajar mengingat Allah serta memanjatkan doa dengan penuh harap di bulan yang penuh keberkahan.
Setelah rangkaian ibadah selesai, para siswa mengikuti sesi taujih yang disampaikan oleh Ustadzah Wahyu Kurniasih. Dalam penyampaiannya, beliau mengajak anak-anak memahami makna kesabaran selama menjalankan ibadah puasa. Ustadzah Wahyu menjelaskan bahwa puasa bukan hanya tentang menahan lapar dan haus, tetapi juga tentang belajar bersabar dan menjalani proses menjadi pribadi yang lebih baik.
Untuk memudahkan anak-anak memahami pesan tersebut, beliau menggunakan perumpamaan yang sederhana namun menarik. Puasa diibaratkan seperti kepompong yang sedang berproses menjadi kupu-kupu. Kepompong membutuhkan waktu dan kesabaran untuk berubah, tetapi pada akhirnya ia akan menjadi kupu-kupu yang indah. Begitu pula dengan manusia yang berusaha menjalani puasa dengan sabar dan sungguh-sungguh, maka Allah akan memberikan kebaikan dan keberkahan yang lebih besar.
Para siswa terlihat antusias mendengarkan penjelasan tersebut. Dengan bahasa yang sederhana dan penuh kehangatan, materi yang disampaikan terasa dekat dengan dunia anak-anak sehingga mudah dipahami.
Kegiatan Pondok Ramadhan kemudian dilanjutkan dengan aktivitas membuat kolase bertema Ramadhan. Dalam kegiatan ini, siswa diajak untuk menuangkan imajinasi dan kreativitas mereka melalui karya seni. Berbagai potongan kertas warna-warni disusun menjadi gambar yang menggambarkan suasana Ramadhan, seperti masjid, bulan sabit, bintang, hingga aktivitas ibadah.
Kegiatan kolase ini tidak hanya melatih kreativitas dan keterampilan motorik halus, tetapi juga menumbuhkan rasa percaya diri anak-anak dalam mengekspresikan ide mereka. Para siswa tampak bersemangat menyusun potongan-potongan kertas menjadi karya yang unik dan penuh warna. Guru-guru pun turut mendampingi dan memberikan semangat kepada setiap anak.
Suasana kelas dipenuhi keceriaan ketika para siswa menunjukkan hasil karya mereka kepada teman-teman dan guru. Setiap karya menjadi bukti bahwa anak-anak mampu belajar sekaligus berkarya dengan cara yang menyenangkan.
Kegiatan Pondok Ramadhan untuk siswa kelas 1, 2, dan 3 ini berlangsung hingga pukul 10.30. Meskipun berlangsung dalam waktu yang relatif singkat, kegiatan ini memberikan pengalaman berharga bagi para siswa. Melalui rangkaian ibadah, tausiyah, dan kegiatan kreatif, anak-anak diajak memahami bahwa Ramadhan bukan hanya tentang berpuasa, tetapi juga tentang belajar sabar, berproses, dan menumbuhkan kebaikan dalam diri.
Diharapkan kegiatan seperti ini dapat terus menumbuhkan kecintaan siswa terhadap ibadah serta menjadikan Ramadhan sebagai momen pembelajaran yang penuh makna sejak usia dini.
0 Komentar