MIS Islam Terpadu Al-Uswah kembali menghadirkan kegiatan unggulan Pramuka untuk peserta didik kelas VI melalui Backpacker MIS IT Al-Uswah 2026. Kegiatan ini dilaksanakan selama 2 hari 1 malam pada 6–7 Februari 2026, bertempat di alam terbuka Kali Pinusan, Poncosumo, Kecamatan Candipuro, Kabupaten Lumajang.
Backpacker bukan sekadar kegiatan berkemah, kegiatan ini dirancang sebagai sarana pembelajaran kontekstual untuk menumbuhkan kemandirian, kepemimpinan, kerja sama, ketangguhan fisik, serta kepekaan spiritual dan sosial peserta didik melalui pengalaman langsung di alam.
Tujuan Kegiatan
Melalui Backpacker 2026, MIS Islam Terpadu Al-Uswah menargetkan beberapa capaian penting, antara lain:
Melatih kemandirian dan tanggung jawab peserta didik dalam kehidupan sehari-hari.
Menumbuhkan sikap disiplin, kerja sama, dan kepemimpinan melalui aktivitas kepramukaan.
Menguatkan karakter religius melalui pembiasaan ibadah berjamaah di alam terbuka.
Menanamkan kecintaan terhadap alam serta kepedulian terhadap lingkungan.
Memberikan pengalaman belajar yang bermakna dan berkesan sebelum peserta didik lulus dari jenjang madrasah ibtidaiyah.
Lokasi Kegiatan: Kali Pinusan, Poncosumo
Pemilihan Kali Pinusan Poncosumo sebagai lokasi kegiatan bukan tanpa alasan. Kawasan ini menawarkan lingkungan alam yang masih asri, aliran sungai yang jernih, serta kontur alam yang menantang namun tetap aman untuk peserta didik kelas VI dengan pendampingan guru dan pembina.
Lingkungan alam ini menjadi ruang belajar terbuka yang efektif untuk mengasah mental, fisik, dan spiritual anak-anak.
Rangkaian Kegiatan Hari Pertama
Kegiatan diawali pada Jumat, 6 Februari 2026 dengan proses check in dan apel keberangkatan di sekolah. Peserta kemudian melakukan perjalanan menuju lokasi camping di Poncosumo.
Keberangkatan menuju Poncosumo diwarnai dengan keseruan sekaligus tantangan edukatif. Setiap regu ditantang untuk mencari kendaraan sendiri menuju lokasi perkemahan dengan modal dana yang telah disiapkan panitia.
Dalam proses ini, anak-anak belajar berkomunikasi, bernegosiasi harga, mengatur strategi perjalanan, serta mengambil keputusan bersama. Regu yang mampu mendapatkan harga angkutan paling efektif dan efisien memperoleh poin tertinggi. Skema ini dirancang sebagai pembelajaran nyata agar peserta didik berani, tangguh, dan bertanggung jawab sejak awal kegiatan.
Setibanya di lokasi perkemahan, peserta langsung bersiap melaksanakan pendirian tenda yang dilakukan oleh masing-masing regu. Kegiatan ini menjadi latihan nyata bagi anak-anak untuk bekerja sama, berbagi peran, dan menyelesaikan tugas secara mandiri tanpa bergantung pada regu lain. Dengan arahan pembina dan pendamping, setiap regu berusaha mendirikan tenda dengan rapi dan kokoh sebagai tempat tinggal selama kegiatan berlangsung.
Setelah tenda berdiri, peserta memasuki waktu ISHOMA yang diisi dengan beristirahat sejenak, melaksanakan salat berjamaah, serta makan bersama. Momen ini dimanfaatkan untuk memulihkan energi sekaligus melatih kedisiplinan anak-anak dalam mengatur waktu dan kebutuhan pribadi di tengah rangkaian kegiatan alam terbuka.
Kegiatan dilanjutkan dengan materi kepramukaan dan pembinaan karakter yang disampaikan oleh pembina. Materi ini dirancang ringan namun bermakna, mengajak peserta untuk merefleksikan nilai-nilai kedisiplinan, tanggung jawab, kerja sama, dan sikap pantang menyerah yang relevan dengan aktivitas Backpacker.
Menjelang malam, peserta melakukan bersih diri dan melaksanakan salat Magrib berjamaah, kemudian dilanjutkan dengan makan malam bersama dalam suasana sederhana namun penuh kebersamaan.
Puncak kegiatan malam hari diisi dengan upacara api unggun yang berlangsung hangat dan khidmat, dengan pembina Ustadzah May. Pada sesi ini, setiap regu menampilkan yel-yel regu sebagai wujud kekompakan dan kreativitas. Penampilan regu dinilai berdasarkan aspek kekompakan, kreativitas, dan semangat, sehingga menumbuhkan rasa percaya diri serta sportivitas antarpeserta.
Setelah api unggun, kegiatan dilanjutkan dengan renungan dipandu oleh Ustadzah Emilia. Sesi ini menjadi ruang refleksi bersama bagi anak-anak untuk merenungi perjalanan kegiatan, sikap terhadap orang tua dan guru, serta mensyukuri nikmat Allah SWT. Suasana hening malam dan khidmat mengiringi momen ini sebelum akhirnya peserta beristirahat dan mempersiapkan diri untuk kegiatan hari berikutnya.
Rangkaian Kegiatan Hari Kedua
Hari kedua Backpacker MIS IT Al-Uswah 2026 dimulai pada sepertiga malam dengan Qiyamul Lail. Meskipun berada di alam terbuka dan jauh dari kenyamanan rumah, peserta didik tetap diajak untuk bangun, berwudu, dan melaksanakan ibadah malam sebagai bentuk upaya mendekatkan diri kepada Allah SWT. Momen ini menjadi penegasan bahwa dalam kondisi apa pun, ibadah tetap menjadi prioritas utama, sekaligus melatih keikhlasan dan kekuatan spiritual anak-anak.
Usai Qiyamul Lail, peserta bersiap melaksanakan long march menuju Gunung Wayang dengan rute yang melewati Gunung Sawur. Dalam perjalanan tersebut, rombongan berhenti sejenak di Gunung Sawur untuk melaksanakan salat Subuh berjamaah. Kegiatan ini menanamkan pesan mendalam bahwa meskipun sedang dalam perjalanan, menempuh medan yang menantang, dan dikejar rasa lelah, kewajiban kepada Allah SWT tetap didahulukan.
Setelah Subuh, perjalanan dilanjutkan menuju Gunung Wayang. Bagi sebagian besar peserta yang terbiasa beraktivitas di rumah, pengalaman mendaki dengan jalur yang menanjak menjadi tantangan tersendiri. Anak-anak bahkan sempat menikmati sunrise dari kawasan Gunung Sawur sebelum melanjutkan pendakian menuju puncak Gunung Wayang dengan ketinggian 987 mdpl. Sepanjang perjalanan, peserta mendapatkan pendampingan penuh dari para guru dan pembina yang memastikan keselamatan serta memberi dukungan moril kepada anak-anak.
Perjalanan menuju puncak Gunung Wayang dipenuhi perjuangan. Rasa lelah tak terhindarkan, bahkan ada peserta yang sempat menangis karena kelelahan. Namun, dengan semangat pantang menyerah dan dukungan teman serta pendamping, seluruh peserta terus melangkah hingga mencapai puncak.
Sesampainya di atas, lelah itu seakan terbayar lunas saat anak-anak disuguhi pemandangan alam yang menakjubkan. Gunung Semeru tampak begitu dekat, rumah-rumah penduduk terlihat kecil di kejauhan, menghadirkan rasa takzim dan kekaguman akan kebesaran kuasa Allah SWT.
Di puncak Gunung Wayang, peserta diberikan waktu untuk beristirahat, bersantai, dan mentadabburi alam, merenungi perjalanan panjang yang telah dilalui serta mensyukuri kekuatan yang Allah berikan. Suasana ini menjadi salah satu momen paling berkesan dalam rangkaian Backpacker.
Kegiatan dilanjutkan dengan sarapan bersama yang terasa lebih nikmat setelah melewati pendakian panjang—sebuah pengalaman breakfast with a view yang sederhana namun membahagiakan. Setelah itu, dilaksanakan pelantikan Penggalang Ramu. Setiap peserta menerima badge Ramu sebagai simbol pencapaian yang diraih melalui proses, perjuangan, dan ketangguhan selama kegiatan Backpacker.
Usai pelantikan, peserta kembali melaksanakan long march turun menuju Poncosumo dengan melewati kembali Gunung Wayang dan Gunung Sawur. Setibanya di area perkemahan, anak-anak diberikan waktu untuk membereskan tenda dan perlengkapan. Peserta juga diberi kesempatan untuk berendam di Kali Pinusan sebagai penyegaran, atau langsung bersih diri sesuai pilihan masing-masing.
Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan makan siang bersama dan salat Zuhur berjamaah, dilanjutkan apel penutupan serta pembagian hadiah bagi regu-regu berprestasi. Sebagai bentuk tanggung jawab dan kepedulian terhadap lingkungan, seluruh peserta bersama-sama melakukan pembersihan area perkemahan sebelum akhirnya kembali ke sekolah. Penjemputan peserta dilakukan oleh orang tua di sekolah, menandai berakhirnya seluruh rangkaian Backpacker MIS Islam Terpadu Al-Uswah 2026.
Penilaian Karakter Sejak Keberangkatan
Menariknya, proses Backpacker MIS IT Al-Uswah 2026 sudah dimulai sejak tahap keberangkatan. Setiap regu dinilai berdasarkan beberapa indikator karakter utama, yaitu:
Kedisiplinan dalam mematuhi waktu dan aturan kegiatan
Kerja sama antaranggota regu dalam mengambil keputusan
Kekompakan dan kreativitas dalam menyusun strategi perjalanan dan negosiasi
Kemandirian dalam mengelola kebutuhan regu sejak awal kegiatan
Penilaian ini dilakukan secara menyeluruh sebagai bagian dari pembentukan karakter peserta didik, tidak hanya pada hasil akhir, tetapi juga pada proses yang dijalani.
Pendidikan Karakter dalam Setiap Aktivitas
Setiap rangkaian Backpacker MIS IT Al-Uswah 2026 dirancang untuk menanamkan nilai-nilai utama pendidikan karakter, termasuk pembelajaran spiritual melalui interaksi langsung dengan alam:
Religius: melalui pembiasaan ibadah tepat waktu, qiyamul lail, serta salat berjamaah di alam terbuka.
Tadabbur alam: peserta diajak mengamati, merenungi, dan mensyukuri ciptaan Allah SWT—aliran sungai, pepohonan, udara pagi, hingga perjalanan menyusuri alam—sebagai media mengenal kebesaran-Nya.
Mandiri: mengurus perlengkapan, kebutuhan pribadi, dan tugas kelompok.
Gotong royong: bekerja sama dalam mendirikan tenda, menyiapkan logistik, dan menyukseskan kegiatan kelompok.
Disiplin dan tangguh: mengikuti jadwal kegiatan serta menghadapi tantangan alam dengan sikap positif.
Peduli lingkungan: menjaga kebersihan dan kelestarian alam sekitar.
Dinamika Alam sebagai Media Belajar
Selama pelaksanaan kegiatan, Backpacker MIS IT Al-Uswah 2026 turut ditemani hujan yang turun di beberapa sesi. Kondisi ini tidak mengurangi semangat peserta dan pendamping. Justru, situasi tersebut menjadi ruang belajar nyata bagi anak-anak untuk beradaptasi, bersabar, saling menguatkan, dan berdamai dengan keadaan di luar ekspektasi.
Dengan pendampingan yang optimal dan pengondisian yang tepat, seluruh rangkaian kegiatan tetap berjalan aman, tertib, dan lancar. Anak-anak belajar bahwa tidak semua hal harus berjalan sempurna untuk tetap bisa bermakna.
Penutup
Backpacker MIS Islam Terpadu Al-Uswah 2026 menjadi salah satu momen penting dalam perjalanan pendidikan peserta didik kelas VI. Melalui kegiatan ini, anak-anak tidak hanya membawa pulang kenangan indah, tetapi juga nilai kehidupan, keberanian, kemandirian, kebersamaan, serta kepekaan spiritual melalui tadabbur alam yang akan menjadi bekal berharga di jenjang pendidikan selanjutnya.
Semoga kegiatan ini memberikan pengalaman belajar yang utuh, bermakna, dan menguatkan karakter generasi Qurani yang tangguh, adaptif, mandiri, dan berakhlak mulia.
0 Komentar